Kemarin UN SMA tahun 2013 telah usai, namun tidak bagi pelajar-pelajar yang berasal dari Indonesia Tengah, mereka baru mulai ngerjain kamis kemaren. Total persiapanku menghadapi UN kali ini terbilang singkat, cuma kurang lebih satu bulan. Sebenarnya mulai Januari-Februari-Maret, tapi Januari belom serius, Februari pelatnas, Maret diselingi ujian praktek & ujian sekolah.

Untuk lulus UN dengan nilai yang lumayan bagus, persiapan sebulan itu cukup. Asalkan efektif dan rela bekerja keras. Untuk menyiasati keefektifan, aku meninggalkan ritme belajarku begadang sampai larut malam. Aku ganti dengan bangun dini hari sekitar pukul 1.30, dan belajar sampai pagi. Dengan begitu aku jauh dari keramaian dan bisa fokus belajar. Dulu aku sempat ga yakin dengan ritme itu, namun setelah kucoba ternyata nyaman-nyaman aja dan sekarang malah terbiasa.

Kalau UN tahun-tahun lalu, banyak yang bilang kalau UN nya lebih mudah daripada Try Out. Tapi pengalamanku tahun ini, terbalik. UN lebih susah dari Try Out. Aku nggak tahu apakah yang lain berpikiran serupa, masalahnya ada 20 paket soal untuk satu kelas. Tak hanya posisi soalnya yang diacak, tapi soalnya memang banyak yang beda, jadi kemerataan bobot sangat diragukan.
Banyak yang bilang jika UN tahun ini adalah UN gagal, kenapa? Pertama, terjadi keterlambatan pengiriman naskah soal di 11 provinsi di Indonesia. UN kan event tahunan, dan Kemendikbud udah puluhan kali berhasil menyelenggarakannya dengan sukses, harusnya tahun ini lancar aja dong. Kedua, kualitas kertas LJK diragukan, tipis, nyatu sama soal, kertasnya HVS (sama kaya soal), dan cetakan nggak jelas. Ketiga, kualitas soal jelek. Waktu ngerjain, aku banyak menemukan kesalahan pada soal, entah itu ga ada jawabannya, jawaban dobel, soal ga jelas, salah ketik, salah cetak, dan lain-lain. Hmm. Harus jadi pelajaran buat kita semua nih. 🙂

Nah, karena dicap gagal itu, ada isu beredar jika UN itu tidak perlu lagi, dan mulai tahun depan akan ditiadakan. Menurutku, UN itu perlu. Bagi sebagian orang yang kompetitif, UN itu tak lain adalah sebuah lomba/kompetisi terbesar dan terakbar di Indonesia. Diikuti jutaan peserta secara langsung. Dan menuntut kita untuk menguasai berbagai bidang ilmu yang berbeda. Tentu akan jadi kebanggaan sendiri jika kita jadi pemenangnya, menjadi 3 besar dengan total nilai UN tertinggi se-Indonesia. Haha. Terlepas dari hal itu. UN menuntut kita untuk belajar. UN itu tantangan. UN itu gampang, kalau kamu dari kelas 1 memang mengikuti pelajaran dengan baik. Kalau kamu ga bisa ngerjain soal UN, itu kan salahmu sendiri nggak belajar. Jadi, ga perlu diperdebatkan lagi, UN itu perlu.