Kita tak perlu menyuruh sebuah biji untuk tumbuh menjadi pohon. Kita hanya perlu menyiapkan lingkungan dan kondisi yang memungkinkan dia untuk tumbuh.

Hal ini berlaku sama dengan pendidikan. Kita tak perlu mendidik seorang anak untuk menjadi sesuatu yang kita inginkan. Karena tak ada dua anak yang identik.

Jangan didik seorang anak dengan sistem industri, yang semua harus tepat dan pasti. Namun didik seorang anak dengan sistem pertanian. Beri lingkungan dan kondisi yang memungkinkan dia untuk belajar. Dengan begini, dia akan belajar dengan kesadarannya sendiri, bukan karena sistem memaksanya agar belajar. Dia akan belajar hal yang dia sukai, dia akan menemukan talenta yang terpendam pada dirinya.

Dengan sistem industri seperti sekarang ini, tidak semua orang berkesempatan untuk mengolah talentanya. Orang-orang terpaksa untuk bekerja sesuatu yang mungkin dia tidak suka, karena dididik dengan sistem kerja pabrik. Semua serba sama, eksak, dan tak ada kebebasan, dan sering berlatarkan pemaksaan.

Dengan sistem pertanian, kita memberikan kesempatan pada setiap anak untuk menemukan dan mengasah talentanya. Kita merangsangnya untuk tumbuh. Seperti halnya kita menabur benih, mengkondisikan lingkungannya, dan melihatnya tumbuh menjadi pohon. Kita tidak bisa memaksa benih padi tumbuh menjadi pohon rambutan. Kita tidak bisa benih mangga tumbuh menjadi pohon kelapa.