Orang miskin akan punya pahala lebih banyak. You know why? Karena mereka berjuang lebih keras untuk menggapai cita-cita mereka, tapi tidak selalu mendapatkannya. Orang kaya selalu punya apa saja yang mereka butuhkan untuk sukses. Mereka punya biaya. Itulah kenapa kebanyakan orang sukses itu turun temurun, membentuk suatu dinasti. Mereka punya biaya untuk sekolah setinggi-tingginya, sedangkan orang miskin tidak. Jika untuk makan hari ini saja mereka masih butuh berjuang, bagaimana mungkin untuk membiayai pendidikan yang berkualitas. Mimpi.

Orang miskin memang hampir tak mungkin untuk sukses, jika dilogika. Tapi ada juga segelintir yang perjuangannya cukup gila untuk mendobrak tembok yang menghalanginya dari cita-citanya. Menembus batas yang memisahkan orang kaya dan orang miskin. Merobek-robek anggapan bahwa hanya orang berbiaya yang sanggup sukses. Tapi sayang sekali hanya sedikit diantara mereka. Mereka yang punya pahala lebih banyak karena sanggup bertransformasi dari rumah nista di pinggir kali, hingga berhasil menggapai cita-cita yang mulia.

Sekali lagi, sukses masih mempunyai batas antara orang kaya dan orang miskin, orang yang sanggup membayar biaya pendidikan dan yang tidak.