Seringkali kesibukan kita dalam menjalani hidup, membuat kita lupa akan agama dan Tuhan. Namun kadang pula, kesibukan kita membuat kita rindu akan Tuhan, rindu akan ketenangan dan kedamaian dalam setiap tarikan nafas. Otak kita yang tak pernah berhenti memikirkan pekerjaan, kuliah, dan urusan-urusan dunia, bahkan saat tidur sekalipun, tak pernah kita jumpai suatu keadaan yang bernama ‘ketenangan’. Kita melamun, melamun tentang pekerjaan, kita mimpi, mimpi tentang urusan-urusan bernuansa dunia, tak ada waktu untuk sejenak melupakan semua itu, dan sekedar menenangkan diri. Kita terus berusaha untuk kabur dari segala yang menghantui, urusan-urusan yang terpaksa kita jalani demi kelangsungan hidup.

Kita memang lelah, setiap saat harus mempekerjakan fisik dan batin kita, menerapkan rodi kepada diri, yang imbalannya hanya sekedar kenikmatan materialis sementara, yang gunanya hanya untuk lepas dari derita; derita tak bisa makan, derita olok-olok sosial. Kadang, momen seperti itu membuat kita ingin bersimpuh, meratapi segala yang terjadi, dan mencari penyebab Azali dari segala yang terjadi. Kita merindukan Tuhan. Mungkin ini sekedar petunjuk dari-Nya, sepercik rahmatnya untuk menyelamatkan fisik dan batin kita dari rodi yang menyiksa, dan sekaligus sebuah rahmat-Nya yang jauh lebih besar, yaitu menyelamatkan kehidupan kita yang abadi nanti, agar mendapatkan tempat layak di surga sana.

Kadang pula, kita menginginkan ketenangan dan kedamaian, namun tidak ingin repot-repot melibatkan Tuhan. Maka, jadilah kita diam-diam melamun, bermeditasi, dan sejenak berdiam diri melupakan segala yang terjadi di dunia, atau sekedar bermalas-malasan ria. Lebih parah lagi, kita diam-diam memanfaatkan zat penenang, saat kita tidak perlu repot-repot melakukan ritual, apalagi berurusan dengan Tuhan, seteguk zat penenang pun cukup untuk mendamaikan pikiran. Ketika sudah dibutakan oleh keadaan, apalagi ilmu dan iman kita tidak memadai, cara yang singkat dan tidak menyehatkan pun kadangkala terpaksa dijalani.

Selagi masih muda, selagi belum mempunyai kesibukan yang begitu membutakan, pelajarilah jalan untuk bisa hidup dalam kedamaian, hidup dengan maksimal, pelajarilah jalan untuk bisa selamat dunia dan akhirat, pelajarilah jalan untuk bisa dekat dengan Tuhan. Jangan sampai tersesat, sebelum semua ini terlambat, sebelum kesibukan dunia mengkorosi waktu kita.