Sebenarnya kegiatan OBM UI untuk jalur yang non-test sudah berakhir Kamis kemarin. Banyak hal baru yang aku pelajari walaupun sering dianggap remeh dan kurang penting oleh sebagian maba. Kesalahan fatal ini jarang disadari oleh para penuntut ilmu; menganggap tidak penting suatu hal. Kita tak akan pernah tahu ilmu apa yang kita butuhkan besok.

Acara OBM seminggu ini cukup padat. Hari Senin lalu kita bermarkas di FISIP, dan materi yang dipelajari adalah learning skill, dan hari itu kita habiskan dengan bemain game, literally of course. Hari Selasa kita kembali ke markas kita yang pertama, yaitu di Fakultas Teknik, dan materinya adalah PBL (Problem Based Learning), and you’d probably know what we are doing there based on the title.

Nah, pada hari Rabu kita belajar Information Literacy dan bermarkas di Fasilkom, fakultasku. 🙂 Di kelas IL, kita belajar cara mencari jurnal dan mengetahui fasilitas-fasilitas yang ada di perpustakaan pusat UI. Perpustakaan yang kayak mall. Hari itu kita habiskan dengan nonton berbagai video yang bikin nangis, nonton salah satu episode Dua Dunia, dan maen game mencari harta karun bermodalkan QR Code reader.

Terakhir, hari Kamis kita kembali ke FISIP dan belajar Learning Skill. Dan benar sekali, isinya juga cuma maen games, dari yang ga jelas hingga yang super ga jelas. Di pertemuan terakhir kelas OBM itu, suasana kebersamaan dan kekompakan terlihat lebih jelas. Pertemuan itu diakhiri dengan sesi foto bareng, dan sampai sekarang belum lihat hasilnya gimana. Oh iya, dan bagian yang paling mengesankan adalah waktu bikin perahu kertas! Entah karena deket seseorang, atau memang karena bikin perahu kertas itu seru. ._.

In fact, walau banyak yang menganggap OBM ini hanya sebagai formalitas dalam rangka masuk UI, tapi aku tetap mendapatkan banyak manfaat dan pelajaran dari kegiatan ini. Bisa mengenal kampus UI lebih jauh. Bisa kenal temen-temen dari fakultas lain (kayaknya ini kesempatan terakhir). Nggak tau kenapa, temen OBM sepertinya lebih seru dibanding kelas saat beneran kuliah nanti. Mungkin karena tersedia banyak waktu untuk have fun kali yak. Dan itulah ceritaku selama masa OBM, mana ceritamu? ._.

“Time and place for every moment you have made.
New life, new hope.”