Hari Sabtu tanggal 2 Maret lalu, pelatnas 2 berakhir pula. Tiga minggu penuh kami bergulat dengan soal-soal programming & problem solving. Belajar materi-materi aneh, dewa, dan ga kebayang otak. Tiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore menghadap monitor, dan pukul-pukul keyboard ga karuan. Abis itu di penginapan online lagi sampai tengah malam. Yaaak, memang benar-benar tak terlepas dari komputer dan internet pokoknya.

Tiga minggu di IPB kali ini lebih tenang dan kondusif dibanding pelatnas 1 di ITB bulan November tahun lalu. Mungkin karena pesertanya lebih sedikit (16 orang), dan tempat latihannya dekat dari penginapan. Suasana kota bogor pun cocok buat belajar sambil have fun. Beberapa kali kami ngeceng ke Botani Square (BoQer) malem-malem kalo udah stress dari latihan. Haha.

Masalah nilai, jujur aja nilaiku ancur hampir di setiap sesi, baik latihan, quiz, maupun simulasi. Kalo nilai ancur di latihan, itu karena kalo udah sore mood buat coding lenyap. Kalo nilai ancur di quiz, itu mah karena emang aku yang cupu. Tapi tak apa lah, yang penting dapet banyak ilmu dan pengalaman. Lagian ga ada target buat lolos ke pelatnas 3 juga kok. 😀

Berakhirnya pelatnas 2 ini juga berarti menandai akhir dari perjuangan per-olimpiade-komputer-an aku di masa SMA. Setelah berjerih payah dari tahun pertama, akhirnya aku berhasil juga sampai ke OSN hingga pelatnas tahap 2 ini. Thanks semua yang udah kasih support. 😀