Dilema Telur dan Ayam

Siapa yang sih ga tahu pertanyaan ini? Duluan mana, telur atau ayam? Bukan kata telur atau ayam yang muncul lebih dahulu, tapi telur dan ayam dalam kehidupan nyata. Hampir semua orang bingung dengan pernyataan yang ga jelas ini. Jika kamu menjawab telur, maka si penanya akan membantah : kan telur berasal dari ayam. Tapi jika kamu menjawab telur, maka si penanya membantah lagi : kan ayam berasal dari telur.

Untuk menjawab soal ini, diperlukan sebuah analisis ilmu biologi cupu. Sebenarnya, subyek pada pertanyaan ini bisa diganti menjadi mamalia. Duluan mana, kucing apa telur kucing? Yap, kucing tidak punya telur. Tapi yang akan aku bahas saat ini yaitu prototipe telur : sel telur. Telur pada ayam itu merupakan sebuah sel telur yang berukuran super jumbo.

Pada mamalia, telur akan langsung “dierami” di uterus. Embryo berkembang disana hingga sempurna berbentuk mamalia dan baru dikeluarkan. Tapi pada ayam, telur langsung dikeluarkan dan embryo berkembang diluar. Nah, menurutku sebuah telur itu bukan sebuah satuan kehidupan yang sempurna dan belum kuanggap sebagai individu, namun sebagai sebuah proses (fase), sedangkan ayam sendiri sudah merupakan individu fase terakhir (yang sempurna).

Analisis Proses

Jika menilik melalui proses, pertanyaan ini bisa dikembangkan lagi dengan subyek adalah hewan yang bermetamorfosis. Duluan mana, telur, ulat, kepompong atau kupu-kupu? Jika mengacu pada prosesnya, tentu jawabannya adalah telur. Sama halnya dengan pertanyaan telur dan ayam tadi, jika acuan jawaban adalah prosesnya maka jawabannya adalah telur dahulu. Sudah jelas bahwa proses menjadi sebuah individu sempurna pada hewan tersebut adalah telur dahulu.

Analisis Kesatuan Individu

Jika menilik aspek lain, yaitu kesatuan individu yang sempurna, maka jawabannya pastilah ayam. Karena proses pertama kali pasti berasal dari suatu individu (makhluk bersel satu) yang kemudian berevolusi menjadi ayam, telur makhluk bersel satu yang berevolusi menjadi telur ayam. Itu dengan dasar pada teori evolusi, tapi jika dengan dasar ilmu agama (Islam) mungkin jawabannya akan sama. Pada masa penciptaan Tuhan menciptakan ayam secara berpasangan, bukan langsung menciptakan telur. Tapi aku masih belum sepenuhnya tahu tentang hal itu.

Kesimpulan

Inilah salah satu pertanyaan singkat yang menimbulkan banyak perdebatan dan analisis yang panjang. Analisisnya bisa beragam dan analisisku ini tentu bukan analisis yang paling benar, tapi setidaknya analisis ini sudah membuka cara berpikir baru yang berlandaskan dengan logika (reasoning) dan pengetahuan, walaupun sedikit ngawur. Jika kamu punya analisis lain, feel free to share! 😀