Irfan, Diriku dan Blognya Part 3

Hehehe…
Iseng-iseng meneruskan seri Irfan, Diriku dan Blognya yang sudah mencapai part 1 dan part 2. Maka sekarang diriku akan menulis tentang part 3-nya dan silahkan dibaca, tidak dibaca juga tidak apah-apah tapi ada baiknya dibaca (lha gimana tho Fan?)


Waktu itu mengalami banyak kejadian aneh yang sudah diriku tulis di Irfan diriku dan Blognya part 2, yang mungkin karena kekatrokan dan kendesaan diriku yah.
Kok kayak sinetron aja yah, ada episode-episode segala (mungkinkah irfan jadi artis?)

Pekok! Pekok! Pekok!
Wow, pada saat itu banyak yang nggumun terhadap diriku loh, seorang anak yang mukanya jauh dari normal kok bisa-bisanya ke warnet. Mungkin tidak pernah lihat orang ganteng pergi ke warnet kali ya?. Setelah mengalami kejadian salah alamat itu (part 2) diriku lalu inget dengan salah satu situs yang alamatnya kalu tidak salah http://miniclip.com/. Itu adalah website yang pertama (bisa juga disebut kedua) kali diriku kunjungi di warnet itu. Alamat itu diriku ketahui dari sebuah game kecil (flash) yang diriku mainkan dikandang Kerbau.
Perasaan ndak ada yang aneh ya???

Mungkin bagi orang awam menganggap bahwa Internet adalah hal yang buruk dan berbahaya, tetapi diriku mengatakan ‘baik’ pada internet. Walaupun dulunya juga berprasangka buruk, hehehe… Katanya sih, diinternet itu banyak yang ‘gituan’, gudangnya penipu, tempat bermalas-malasan dll. (dan lainnya lupa)

Dibanding keburukannya, bagi diriku internet lebih banyak baiknya. Baiknya kita mendapat ilmu yang banyak, semakin canggih, dan up to date. Buruknya diriku jadi boros banget, waktu belajar berkurang dll.

Sekian aja ah, cuma selingan…

Ikhlaskanlah

Ikhlaskanlah semua hal yang telah berlalu
-=Karena mereka tak akan pernah kembali
Ikhlaskanlah semua hal yang sudah tidak ada
-=Karena mereka tak akan pernah ada lagi
Ikhlaskanlah semua hal yang hilang
-=Karena mereka tak akan pernah ketemu (70%)

Ikhlas adalah sifat terpuji
-=Di Alquran ada surat Al-Ikhlas
Tuhan menginginkan agar Kita Ikhlas
-=Karena semua itu milikNya

Kata bapak diriku:
“Semua hal yang telah tidak ada itu ikhlaskan saja, seperti kalau kita sedang Buang Air Besar itu loh, jika kita makan gulai, belinya mahal-mahal akhirnya ya cuma jadi tinja, tak bisa kembali lagi jadi gulai.”
Tapi anehnya, kita tidak meminta gulai itu kembali, ya bukan?
itulah anehnya!
Tapi ambil saja hikmahnya, semua hal yang telah tidak ada itu diikhlaskan saja, biar tidak jadi musibah seperti sakit perut, ataupun gizinya hilang.”

Ambillah hikmah dari kata-kata di atas
-=Ikhlaskanlah semua hal yang sudah tidak ada
Seperti Buang Air Besar
-=Semua orang (makhluk) pasti ikhlas ketika Buang Air Besar
Tidak ada orang yang tidak ikhlas jika Gulai itu Hilang
-=Lalu hanya menjadi Tinja
Tidak ada orang yang menyesali kepergian gulai
-=yang telah kita beli dengan jerih payah kita
lalu hanya menjadi tinja
-=Dan kita membiarkan gulai itu perg
Lalu menjadi tinja
-=Dan kita membiarkan tinja itu pergi
entah kemana
-=Tapi apakah dirimu pernah menyesali kepergian tinja itu?

Ikhlas…