Memulihkan Citra Bangsa, Bisakah?

Sadarkah kamu? Saat ini Bangsa Indonesia sedang dijajah oleh Globalisasi dan perkembangan zaman?
Mungkin dampaknya tidak langsung seperti penjajahan zaman jepang dan belanda. Banyak dari kita yang tidak sadar akan hal itu. Tapi pada ‘intinya’ kita ini adalah bangsa yang terkucilkan dari dunia yang maju. Bukan karena bangsa kita tidak menggunakan teknologi maju. Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia. Bahkan pertumbuhannya adalah yang tercepat.

Tetapi yang dipermasalahkan adalah bukan ‘menggunakan’ tetapi ‘menciptakan’, tahukah apa yang diciptakan oleh bangsa indonesia yang dihormati dan dihargai oleh dunia internasional? Lama sekali mikirnya (hehe…)
Bangsa maju seperti Jepang (Pembuat robot tercanggih), Amerika Serikat (Kekuatan Militer & teknologi digitalnya), China (Ekonomi raksasanya). Lalu apa yang dimiliki Indonesia? Kerusuhan, kriminal, korupsi, kemiskinan, dll… Itulah kenyataannya, tidak dipungkiri lagi anak bangsa kita saling membunuh hanya karena ingin berebut sesuap nasi. Sebegitu parah kah bangsa ini?

Tentu tidak separah itu, di bidang teknologi walaupun masih terkucilkan, tetapi kita telah berhasil menjajah balik negara-negara maju. Loh kok bisa? Sebenarnya yang dimaksud penjajahan kan yang dijajah bekerja keras, yang menjajah menikmati hasilnya. Kita menjajah negara-negara maju dalam hal perangkat lunak komputer. Mereka telah bersusah payah mengembangkan software-software seperti Ms. Windows dll tetapi tanpa bersusah payah pun kita masih bisa bebas menikmati hasil jerik payah mereka kan? Hahahah…. Bisa aja nih…

Dunia pembajakan memang tidak bisa dihilangkan lagi dari Indonesia, alasan utamanya adalah = tidak kuat membeli, atau bisa dikatakan dengan sebuah istilah “Ngapain bayar kalo bisa dapet gratis? Toh sama aja kan?”
Itulah jargon yang paling ampuh diucapkan oleh pengguna warez di Indonesia (termasuk saya, lagi-lagi masalah ekonomi). Dunia warez sepertinya tidak akan lepas dari Indonesia selama taraf ekonomi masyarakat masih dibawah standar alias miskin. Untuk makan aja susah apalagi buat beli software.

Jika dalam hal software kita menjajah, dalam hal hardware beda lagi. Kita malah dijajah… Waakkakaakak…
Bayangkan saja berapa jumlah komputer, handphone, laptop dan alat-alat elektronik lain yang di produksi, di lisensi, dan ditemukan oleh Indonesia sendiri? TIDAK ADA!!!